Platmerah - Bongkar Fakta Tajam Dan Terarah

Kronologis Penembakan Polisi Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat di Rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo

Sel, 12 Jul 2022 04:43:08pm Dilihat 642 kali author Rintos Sastro Sinambela
brigpol-nopryansah-dibunuh-di-rumah-pati-polri-keluarga-tak-tahu-penyebab-ibunya-tak-diperbolehkan

PLATMERAH || Jakarta || Kabar mengejutkan juga menyedihkan datang dari institusi Polri yang pekan kemarin baru saja merayakan HUT ke-76. Terjadi insiden polisi tembak polisi yang mengakibatkan salah satunya tewas di tempat. Yang mengagetkan lagi, insiden itu terjadi di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo.

Peristiwa memilukan itu, terjadi pada Jumat (8/7) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Dari rumah Irjen Sambo yang berada di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, tiba-tiba terdengar suara tembakan yang berulang-ulang.

Suara tembakan berasal dari pistol milik Brigadir J) dan Bharada E. Brigadir J adalah anggota Bareskrim yang ditugaskan sebagai sopir dinas istri Irjen Ferdy Sambo, yang bernama Putri. Sementara Bharada E merupakan anggota Brimob yang ditugaskan mengawal Irjen Sambo. Keduanya saat itu ada di kediaman Irjen Sambo.

Kenapa keduanya bisa terlibat saling tembak? Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, menceritakan kronologis penembakan itu. Dari keterangan dan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP), aksi saling tembak itu dipicu oleh pelecehan terhadap Putri dengan menggunakan senjata.

“Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” kata Ramadhan kepada wartawan, kemarin.

Sontak, Putri berteriak minta tolong. Lalu didengar oleh Bharada E yang berada di lantai atas rumah. “Sehingga Bharada E turun memeriksa sumber teriakan,” lanjutnya.

Didatangi Bharada E, Brigadir J langsung panik. Dia pun langsung melepaskan tembakan ke arah Bharada E yang sudah berdiri di depan kamar. Namun, 7 tembakan yang dilepaskan Brigadir J meleset. Sebaliknya, Bharada E yang membalasnya dengan mengeluarkan tembakan sebanyak 5 kali. Dari 5 tembakan yang dilepaskan, 4 di antaranya mengenai tubuh Brigadir J dan membuatnya tewas di tempat.

Putri yang panik, langsung menelpon suaminya, Irjen Sambo yang saat itu berada di luar rumah karena keperluan melakukan tes PCR. Irjen Sambo lalu bergegas pulang dan melihat Brigadir J sudah tak bernyawa. Saat itu juga, Irjen Sambo langsung menghubungi Polres Jakarta Selatan. Kemudian dilakukan olah TKP oleh Satreskrim.

Kini, jenazah Brigadir J sudah dibawa ke keluarganya di Jambi untuk dimakamkan. Tiba di Jambi pada hari Sabtu (9/7). Sedangkan untuk motif penembakannya, masih didalami. Bharada E kini diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sontak saja, berita ini mendapat sorotan. Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso mencium ada kejanggalan di balik insiden itu. Sebab, insiden tersebut baru diungkap Polri, 3 hari setelah kejadian. Dia juga menduga, ada motif lain di balik tertembaknya Brigadir J.

Untuk itu, Sugeng mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelidiki insiden yang menewaskan Brigpol J ini. Apalagi, insiden tersebut terjadi di rumah pejabat Polri.

“Pimpinan tertinggi Polri harus menon-aktifkan terlebih dahulu Irjen Ferdy Sambo dari jabatan selaku Kadiv Propam,” saran Sugeng dalam keterangannya, kemarin.

Alasannya, pertama, Irjen Ferdy adalah saksi kunci peristiwa yang menewaskan ajudannya tersebut. Hal tersebut, agar diperoleh kejelasan motif dari pelaku pembunuhan sesama anggota polisi ini.

Alasan kedua, Brigadir J juga statusnya belum jelas. Apakah korban atau pihak yang menimbulkan bahaya sehingga harus ditembak. Ketiga, locus delicti terjadi di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Karena itu agar tidak terjadi distorsi penyelidikan maka harus dilakukan oleh Tim Pencari Fakta yang dibentuk atas perintah Kapolri bukan oleh Propam.

Dengan begitu, lanjutnya, pengungkapan kasus penembakan dengan korban anggota Polri yang dilakukan rekannya sesama anggota dan terjadi di rumah petinggi Polri menjadi terang benderang. Sehingga masyarakat tidak menebak-nebak lagi apa yang terjadi dalam kasus tersebut. 

Politisi dan Senior Journalist Solon Sihombing Sangat Prihatin dengan Kejadian tragis itu sehingga menjadi perhatian Nasional dan Internasional.

Solon mengharapkan Peristiwa ini jangan terjadi di masa mendatang.

Semoga segera dapat diungkap Seadil adilnya tukasnya kepada Media PM dan Pijarnusa.(RM/PM}.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

Karang Taruna TP-PKK, dan Masyarakat Kelurahan Cipayung,Depok  Peduli Cianjur

Sab, 3 Des 2022 07:49:16am

Karang Taruna TP-PKK, dan Masyarkat Kelurahan Cipayung,Depok  Peduli Cianjur Platmerah.net,Depok-Pemuda hari ini adalah pemimpin masa yang akan...

Lanud Husein Sastranegara Kembali

Jum, 2 Des 2022 08:41:51pm

  Platmerah.net, Cianjur,- Lanud Husein Sastranegara kembali mengirimkan bantuan logistik korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa...

Prajurit TNI AU Gelar Doa Bersama Dengan Warga Korban Gempa Cianjur.

Jum, 2 Des 2022 08:39:35pm

  Platmerah.net, Cianjur,- Personel Lanud Husein Sastranegara, Wing 1 Kopasgat dan personel RSAU dr. M Salamun, yang tergabung dalam Tim Satuan...

Sektor 2 Citarum Harum Laksanakan Penghijauan Lahan Kritis, Pembersihan

Jum, 2 Des 2022 08:36:54pm

Platmerah.net, Pacet, Kab Bandung,- Sungai terpanjang di tatar Pasundan adalah Sungai Citarum, merupakan sungai yang terbentang 297 kilo meter yang...

La Songo : Kehadiran Kementrian PUPR Bukti Perjuangan Ketua Komisi V, Ir Ridwan Bae

Jum, 2 Des 2022 01:38:42pm

Kendari || PLATMERAH.NET || Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPD PPWI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) La Songo...

Baca Juga

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

  • Visitor Today : 68
  • Visit Today : 105
  • Visitors Total : 32161
  • Visit Total : 56030
Chat Whatsapp