Platmerah - Bongkar Fakta Tajam Dan Terarah

Mahfud MD: Pembentukan BNPT Itu untuk Nyatakan Islam Bukan Agama Teror

Sel, 19 Jul 2022 07:09:55pm Dilihat 203 kali author Wismo
IMG-20220719-WA0071

Mahfud MD: Pembentukan BNPT Itu untuk Nyatakan Islam Bukan Agama Teror

Platmerah.net, Jakarta-Tero risme bukan hanya terkait agama tertentu. Tetapi ada lima hal yang menimbulkan radikalisme yang juga bisa mengarah ke aksi terorisme.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, yang dikatakan terorisme itu sebenarnya bukan hanya terkait dengan agama tertentu.

Misalnya, kalau kita bicara orang OPM di Papua gitu ya. Itu kan Papua itu motifnya kan sudah jelas politik dan ideologi.

Politik ingin memecahkan diri, ideologinya enggak mau kebersatuan, tidak mau Pancasila.

“Lalu melakukan kekerasan di tempat-tempat umum, mem blokir bandara, membakar bandara, nembaki kapal sipil,” kata Mahfud

Mahfud mencontohkan, salah satunya adalah tindak kekerasan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri secara virtual acara Presidential Lecture yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam rangka HUT ke-12 BNPT, Selasa (19/07/2022).

RI-Bangladesh Segera Teken MoU Kesehatan dan Terorisme

Menurut Mahfud MD,”Yang dikatakan terorisme itu sebenarnya bukan hanya terkait dengan agama tertentu. Misalnya, kalau kita bicara orang OPM di Papua gitu ya. Itu kan Papua itu motifnya kan sudah politik dan ideologi. Politik ingin memecahkan diri, ideologinya enggak mau kebersatuan, tidak mau Pancasila. Lalu melakukan kekerasan di tempat-tempat umum, memblokir bandara, membakar bandara, nembaki kapal sipil,” kata Mahfud.

Mahfud menyebut pihak-pihak yang tertangkap karena melakukan terorisme kebetulan merupakan orang beragama tertentu.

Hal ini, kata dia, tidak bisa dihindari. Sebab, unsur-unsur seperti ancaman kekerasan, membuat suasana takut secara masif untuk menimbulkan suasana teror, korban yang banyak (massal), memiliki motif politik dan ideologi sudah terpenuhi.

Mahfud menyampaikan, agama sering dihubungkan dengan terorisme. Bahkan, ia menuturkan, banyak orang yang mempertanyakan, mengapa jika berbicara mengenai terorisme selalu dikaitkan dengan agama Islam.
“Ribuan orang itu mengatakan kenapa di Indonesia ini kalau bicara terorisme kok selalu Islam? Berarti gerakan antiterorisme itu, gerakan anti-Islam.

“Sebenarnya justru yang akan kita bangun itu justru untuk menunjukan bahwa Islam itu bukan agama teror. Karena apa? Karena Islam itu memang agama yang menerima kosmopolitanisme, kesewargaan,” jelas dia.

“Saya sering memberi contoh begini, ini bagi saudara-saudara yang beragama Islam supaya mengerti, kita bukan menuduh Islam terorisme. Justru kita membentuk BNPT itu antara lain untuk menyatakan Islam itu bukan agama teror, yang kebetulan tertangkap itu ah yang melanggar dari ajaran Islam,” tambahnya menjelaskan.

Mahfud menambahkan, Negara Indonesia adalah negara hasil perjanjian dan tempat membangun bersama-sama tanpa konflik. Hal inilah yang ia sebut kosmopolitanisme. “Sehingga kita beragama di Indonesia itu harus dalam kerangka bernegara. Jangan dibiarkan ada satu gerakan bahwa kita mayoritas dan kita harus menguasai, mendominasi sendiri di sini,” tutur dia.

Bhineka Tunggal Ika, sambungnya, menjadi dasar yang dibangun oleh para pendiri Bangsa Indonesia. Sehingga, menurut dia, tidak benar jika ada pihak yang menuduh Indonesia sebagai negara Islamfobia.

“Kalau ada tuduhan, wah, Indonesia itu ada Islamofobia, omong kosong, Islamofobia itu ndak ada. Apa itu Islamofobia? Islamofobia itu secara ilmiah artinya satu pemerintahan yamg benci kepada Islam, sehingga semua orang Islam disingkirkan, kaum-kaum Islam disingkirkan dari kehidupan negara. Atau takut kepada Islam sehingga juga dianggap sebagai lawan,” tutur dia.

“Nah ini dimana? Semua kebijakan-kebijakan pemerintah, budayanya sudah dibangun secara Islami, kampus-kampusnya dulu pesantren sudah dibangun sedemikan rupa, pejabat-pejabatnya juga disumpah menurut agamanya, dan dianjurkan semua pemeluk agama ikutilah ajaran agama masing-masing,” imbuhnya.

” jika seseorang melaksanakan ajaran agamanya dengan baik, dari agama apapun itu, maka perilakunya pun akan baik. Bahkan, kehidupan berbangsa dan bernegaranya juga bakal baik.”terang Mahfud MD.

“Orang yang berbuat jelek itu karena dia tidak menghayati kehidupan beragama itu sebagai tugas kemanusiaan. Oleh sebab itu, marilah kita bersinergi membangun bangsa ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Mahfud.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

Luar Biasa! Inovasi Water Treatment Siswa SMK Bukit Asam Juara Tingkat Sumsel

Sen, 5 Des 2022 09:28:30pm

Platmerah.Net I TANJUNG ENIM (SUMSEL) - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bukit Asam Tanjung Enim kembali ukir prestasi yang di dapat para siswa...

Maguwo Saktii 97 Kembali Distribusikan Logistik Ke Korban Gempa Cianjur.

Ming, 4 Des 2022 02:18:55pm

  Platmerah.net, Cianjur,- Hari ke-14 pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Ikatan Alumni Akademi Angkatan Udara 1997 (Maguwo Sakti...

Gempa Kembali Guncang Jawa Barat

Ming, 4 Des 2022 02:16:29pm

Platmerah.net. Garut – Gempa kembali mengguncang wilayah Jawa Barat. Setelah cianjur di guncang gempa, terjadi lagi di Kabupaten Garut yang...

Sektor 2 Citarum Harum Subsektor 04 Melaksanakan Komsos dan Berikan Edukasi Kepada Warga.

Ming, 4 Des 2022 01:43:05pm

    Platmerah.net, Pacet, Kab Bandung,- Anak Sungai Ciburial Adalah anak sungai yang berada di Desa Sukarame anak sungai ini merupakan...

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang Berkunjung ke Makassar

Sab, 3 Des 2022 10:55:06pm

MAKASSAR - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura, Oesman Sapta Odang alias Oso berkunjung ke Makassar. Kedatangan orang nomor satu di...

Baca Juga

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

  • Visitor Today : 2
  • Visit Today : 3
  • Visitors Total : 32500
  • Visit Total : 57722
Chat Whatsapp