Platmerah - Bongkar Fakta Tajam Dan Terarah

Tergugat Gagal Hadirkan Saksi Ahli , Kelihatan Tak Siap

Kam, 8 Sep 2022 10:59:36pm Dilihat 82 kali author Wismo
IMG-20220908-WA0164

 

Platmerah.net,Depok-Sidang perkara sengketa tanah hak milik adat Kampung Bojong-Bojong Malaka antara Ibrahim bin Jungkir dan kwan-kawan melawan tujuh instansi pemerintah terkait objek perkara yang digunakan untuk membangun Proyek Strategis Nasional (PSN) kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) masih terus bergulir.

Majelis hakim PN Depok yang diketuai Dr. Divo Arianto, SH, MH, menggelar sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli yang diajukan pihak Tergugat 1 (Kementerian Komunikasi dan Informatika dahulu Departemen Penerangan RI) .

Namun saksi ahli yang akan diajukan tidak dapat hadir agenda sidang diisi dengan pengajuan bukti tambahan dari Tergugat I.

Menurut kuasa hukum masyarakat pemilik tanah adat Kampung Bojong-Bojong Malaka, Fikri Wijaya, SH, bukti tambahan yang diajukan Terugat I adalah print out Putusan Pengadilan Negeri Depok dan Putusan PTUN Bandung.

“Tadi pihak Tergugat I yang semula akan mengajukan saksi ahli tidak jadi lalu diganti dengan pengajuan bukti tambahan yaitu putusan PN Depok No. 133 dan Putusan PTUN Bandung No. 137” Kata Fikri seusai sidang.

Ketua LSM Kramat Syamsul Marasbesy,Sekjen Yoyo Efendi, Muryanto (wartawa) dan paling kanan kemeja putih H Hasyim

Terkait batalnya pihak Kementerian Kominfo (dahulu Departemen Penerangan) mengajukan saksi ahli lalu diganti dengan pengajuan bukti tambahan, Sekjen Koalisi Rakyat Anti Mafia Tanah (K.R.A.M.A.T), Yoyo  Efendi, kepada para Jurnalis mengatakan,ini Syah saja dan majelis hakim menerima akan hal itu.

“Dengan tidak dapat dihadirkan nya saksi ahli yang direncanakan membuktikan bahwa Kementerian Kominfo dahulu Departemen Penerangan RI selalu pihak tergugat utama dalam perkara tersebut benar-benar tidak siap menghadapi gugatan hukum masyarakat pemilik tanah adat Kampung Bojong-Bojong Malaka tersebut.”tutur Yoyo

Ia menambahkan, ini indikasi ketidak siapanya Tergugat I tersebut sudah nampak sejak agenda sidang pembuk tian surat digelar. Pihak Tergugat I tidak dapat mengajukan bukti surat yang relevan dengan dalil bantahan dan pengakuan haknya atas tanah objek perkara.

Tergugat I hanya mengajukan print out peraturan perundang-undangan yang bersifat normatif formalistik padahal alat bukti surat yang seharusnya diajukan adalah alas hak atas tanah yang diklaim nya yaitu akta Eigendom Verponding No. 23 (sisa) atas nama Mij Expl Van Het Land sebagaimana dikemukakan melalui dalil bantahan dan isi dupliknya.

Demikian pula pada sidang pembuktian saksi, pihak Kementerian Kominfo dahulu Departemen Penerangan RI tidak dapat mengajukan saksi fakta seorangpun untuk menguatkan dalil bantahannya.

Kemudian ingin mengajukan saksi ahli yang keterangannya diharap dapat menguatkan dalil bantahannya pun tidak dapat direalisasikan karena saksi ahli yang ingin diajukan tidak ada.

Demikian pula pada sidang pemeriksaan setempat, pihak Tergugat tidak membantah apapun ketika Ibrahim Bin Jungkir Dan kawan-Kawan menunjukan objek tanah milik mereka kepada majelis hakim bahkan para tergugat membenarkan bahwa objek tanah yang ditunjukan tersebut adalah objek tanah yang sama dengan tanah yang diklaim oleh para tergugat.

“Para tergugat memang tidak siap menghadapi gugatan masyarakat Kampung Bojong-Bojong Malaka karena gugatan tersebut berdasarkan fakta dan data yang tidak bisa dibantah Kebena rannya oleh pihak manapun” ujar Yoyo Effendi.

“namun apapun yang akan diajukan para tergugat dalam perkara ini sedikitpun tidak akan dapat merubah semua fakta yang sudah terungkap di pengadilan yaitu fakta-fakta tentang kebenaran status tanah objek perkara adalah murni tanah yang berstatus tanah hak milik adat bukan tanah bekas hak barat atau tanah eigendon Verponding yang menjadi tanah negara” pungkas mantan anggota KPU Kota Depok yang sempat bikin heboh Indonesia akibat keberaniannya melawan undang-undang pemilu dengan membuat aturan mencoblos dengan KTP dan KK dalan penyelenggaraan pemilu legislatif tahun 2009 ini.

Sidang akan dilanjutkan Kamis depan tanggal 15 September 2022 Dengan agenda pengajuan bukti tambahan apabila para pihak masih akan mengajukan bukti tambahan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

Herik Y Terpilih Secara Aklamasi Pada Muscab HIPMI Depok ..

Sel, 27 Sep 2022 07:30:16pm

Herik Y Terpilih Secara Aklamasi Pada Muscab HIPMI Depok .. Platmerah.Net,Depok-Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)...

Presiden Jokowi Peroleh  Gelar Kesultanan Buton Bau – Bau – Sultra

Sel, 27 Sep 2022 06:52:56pm

Presiden Jokowi Peroleh  Gelar Kesultanan Buton Bau - Bau - Sultra   Platmerah.net,Sultra- Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi...

Sektor 2 Citarum Harum Laksanakan Komsos Edukasi Dalam Penanganan Sampah di Wilayah Sektor 2 Citarum Harum.

Sel, 27 Sep 2022 06:27:39pm

Platmerahnews.net, Pacet-Kab Bandung,- Sampah adalah salah satu permasalahan yang cukup sulit untuk di pecahkan.karena untuk mengatasi sampah...

Tajudin Tabri Lega,Ahmad  Misbah Supir Truk Penabrak Portal Tarik Laporan Polisi.

Sen, 26 Sep 2022 08:18:26pm

Tajudin Tabri Lega,Ahmad  Misbah Supir Truk Penabrak Portal Tarik Laporan Polisi. Platmerah.net, Depok-Melalui  musyawarah yang cukup dra...

Satgas Citarum Harum Sektor 10 Subsektor 001 Melaksanakan Pembersihan Sampah dan Rumput Liar di Anak Sungai Citarum.

Sen, 26 Sep 2022 06:03:49pm

Platmerah.net, Rajamandala-KBB,- Satgas Citarum Harum Sektor 10 Sub-01 dipimpin Pelda Nandang bersama masyarakat melaksanakan kegiatan pembersihan...

Baca Juga

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

  • Visitor Today : 4
  • Visit Today : 6
  • Visitors Total : 26427
  • Visit Total : 43103
Chat Whatsapp