Usulan Indonesia pada Situasi di Ukraina

Ming, 6 Mar 2022 11:38:30am Dilihat 1239 kali author Wismo
[Sassy_Social_Share]

 

Usulan Indonesia pada Situasi di Ukraina

Platmerah.Net, Jakarta- Hikmahanto Juwana  Guru Besar Hukum Inter nasional UI Rektor Univer sitas Jenderal A Yani dalam siaran pers nya mengatakan, meski Resolusi Majelis Umum PBB telah disetujui mayoritas negara anggota PBB namun serangan Rusia ke Ukraina tidak kunjung berakhir.

Rakyat sipil di Ukraina terus berjatuhan dan perekonomian dunia terdampak.

Oleh karena itu, Indonesia sebagai Presiden G20 perlu berperan dalam upaya mengakhiri perang, paling tidak disepakatinya gencatan senjata di Ukraina.

Menurutnya, usulan yang dapat disampaikan oleh Indonesia adalah NATO dan AS membuat pernya taan bahwa Ukraina tidak akan pernah diterima sebagai anggota NATO dan NATO akan tidak melakukan ekspansi ke negara-negara ex-Uni Soviet.

,”Pernyataan NATO untuk tidak akan pernah men
rima Ukraina sebagai anggota didasarkan pada penilaian NATO agar Ukraina menjadi negara yang netral.”tegasnya.

Hal ini dilakukan meng ingat tujuan utama Rusia melakukan serangan adalah kekhawatiran Ukraina bergabung dengan NATO. Rusia merasa terancam dengan kebera daan NATO yang berada di depan matanya bila Ukraina diterima sebagai anggota NATO,tambahnya.

Oleh karenanya serangan Rusia yang dilancarkan bertujuan untuk memburu Presiden Ukraina Volo dymyr Zelensky dan mem berikan pelajaran bagi rakyat Ukraina agar menghentikan ambisi bergabung dengan NATO dan Uni Eropa.

Bila perlu Indonesia juga dapat mengusulkan Majelis Umum PBB untuk menerbitkan resolusi yang menyepakati Ukraina sebagai negara Netral dan dijamin demikian oleh negara-negara anggota PBB. Ini pernah dilakukan oleh Majelis Umum PBB meski tidak terhadap negara, tetapi pada Kota Jerusalem.

Usulan untuk menghen tikan perang ini dilakukan oleh Indonesia dengan mengontak AS terlebih dahulu dan anggota NATO seperti Perancis, Inggris dan Jerman.

Lobby Indonesia ke AS ini didasarkan pada pengem balian hutang budi AS pada Indonesia saat AS meminta Indonesia menjadi ko-sponsor Resolusi Majelis Umum PBB yang mengutuk agresi Rusia ke Ukraina.

Setelah mendapat lampu hijau barulah Indonesia mengkomunikasikan hal ini ke Rusia. Bila Rusia setuju, selanjutnya Indo nesia perlu melakukan kontak ke Ukraina.

Produk akhir dari berbagai lobby ini adalah menjamin netralitas Ukraina yang dituangkan dalam suatu perjanjian tiga pihak yaitu Ukraina, Rusia dan NATO. Bila diperlukan AS pun dapat menjadi pihak dalam perjanjian ini.

Ikhtiar ini mudah-mudahan dapat menghentikan perang sebagaimana yang diharapkan Presiden Joko wi saat Rusia memulai se rangan ke Donbass, Ukrainana. Presiden sudah mengingatkan pula bahwa perang bila tidak dihen tikankan akan menyeng sarakan umat manusia, dan membahayakan dunia.(*)

News Feed

Meriahkan HUT Bhayangkara Ke-78, Polres Purwakarta Gelar Liga Nepak Tiga Pilar

Kam, 20 Jun 2024 06:58:19pm

PURWAKARTA - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-78 Bhayangkara, Polres Purwakarta menggelar pertandingan bulutangkis bertajuk Liga...

Supian Suri Dijadwalkan Hadir Pada Hari Krida Pertanian Di Tapos

Kam, 20 Jun 2024 03:07:29pm

Supian Suri Dijadwalkan Hadir Pada Hari Krida Pertanian. Platmerah.net,Depok-Hari Krida pertanian yang diperingati setiap tanggal 21 Juni sebagai...

Polisi Amankan Pelaku Pencabulan dan Kekerasan Terhadap Anak

Rab, 19 Jun 2024 05:39:45pm

CIAMIS - Polres Ciamis gelar Konferensi Pers Kasus Pencabulan dan Kekerasan Terhadap anak di bawah umur, yang terjadi di Kecamatan Panumbangan...

Satpoliarud Polres Purwakarta Ingatkan Hal Ini Untuk Masyarakat Beraktifitas Di Perairan

Rab, 19 Jun 2024 02:11:19pm

PURWAKARTA - Sebagai upaya deteksi dini permasalahan yang terjadi di wilayah perairan di Kabupaten Purwakarta, Satuan Polisi Perairan dan Udara...

Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok Farabi  Pimpin Langsung  Penyembelahan  Tujuh Ekor Sapi..

Sel, 18 Jun 2024 11:31:01pm

DPD Partai Golkar Kota Depok Farabi  Pimpin Langsung  Penyembelahan  Tujuh Ekor Sapi.. Platmerah.net,Depok-Seperti juga tahun-tahun sebelumnya...

Baca Juga

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

  • Visitor Today : 11
  • Visit Today : 11
  • Visitors Total : 78623
  • Visit Total : 145717