Wujudkan Komitmen Awal, PTBA Gelar Seminar dan FGD Menuju Tanjung Enim Kota Wisata

Sel, 7 Mar 2023 08:08:01am Dilihat 463 kali author aldo muara enim
80A67DDD-2361-4D43-B2ED-ACECF3015DE0
[Sassy_Social_Share]

Platmerah.Net I TANJUNG ENIM (SUMSEL) – Untuk melatih kemandirian masyarakat dalam pengelolaan potensi kota wisata melalui event dan festival yang diselenggarakan, serta untuk mengembangkan potensi lokal agar bisa bersaing dilevel yang lebih tinggi, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui Tim Implementasi Tanjung Enim Kota Wisata dalam hal ini Bidang Pengembangan Budaya dan Kearifan Lokal Kota Wisata, menggelar kegiatan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Menuju Kota Wisata”, yang di pusatkan di Lantai IV Gedung Serba Guna (GSG) Kantor Pusat PTBA, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu (4/2/2023).

Sebelum dimulai kegiatan Seminar dan FGD, para peserta dan tamu undangan di suguhkan penampilan kesenian daerah yang mengangkat kearifan lokal yang sudah sangat langkah yakni Gitar Tunggal Ibung Kartini dan persembahan tari kreasi dengan Judul “Siddhayatra” yang dibawakan oleh adik-adik dari Sanggar Meribang Desa Lingga Tanjung Enim, pimpinan Ujang Suhendra serta Candei Performing. 

Saat membuka kegiatan, Direktur Operasi dan Produksi (OP) PTBA Suhedi menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Tim Tanjung Enim Kota Wisata (Kowis) yang menggagas seminar dan FGD dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung terwujudnya cita-cita Tanjung Enim Kota Wisata.

Sehedi menuturkan sebagai perusahaan BUMN PTBA selain sebagai motor penggerak pendapatan negara, juga berperan sebagai agen untuk mensejahterakan masyarakat sekitar tambang. Hal ini wajib dilakukan sebagai komintmen PTBA untuk menjadi perusahaan dunia yang peduli lingkungan. Batubara merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan sudah barang tentu ada batas waktu dimana batubara tersebut akan habis. PTBA sadar betul dengan kondisi tersebut sehingga PTBA harus membuat program agar ketika batubara sudah habis masanya, maka Tanjung Enim tidak menjadi kota MATI! Maka dari itu PTBA berinisiatif untuk mewujudkan Tanjung Enim sebagai kota wisata agar perekonomian masyarakat sekitar tetap terjaga. 

“Gagasan Tanjung Enim Kota Wisata dimulai oleh PTBA sejak tahun 2016 silam, dengan harapan bila kegiatan ini terwujud nantinya Tanjung Enim tetap hidup dan tidak menjadi kota mati, meskipun tidak ada lagi aktivitas penambangan.

“Sektor Pariwisata merupakan sektor utama dalam pengembangan ekonomi suatu daerah. Pada tahun 2022, pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar kedua bagi Indonesia. Saat ini Indonesia sedang gencar mengembangkan pariwisata dan berhasil menduduki peringkat 32 dunia. Kabupaten Muara Enim saat ini masih sangat kekurangan wahana wisata untuk hiburan masyarakatnya. Maka dari itu, PTBA memilih sektor wisata yang akan dikembangkan di Tanjung Enim untuk menggerakkan roda perekonomian,” ujarnya.

Ia mengajak semua pihak bekerja sama untuk mewujudkan Tanjung Enim Kota Wisata. “Saya sampaikan kembali, bahwa untuk mewujudkan mimpi besar ini, perlu kolaborasi antar pihak baik dari PTBA, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Masyarakat di Tanjung Enim serta semua pihak yang memiliki visi dan misi yang sama bagi masa depan Tanjung Enim,” kata Suhedi.

“Selamat mengikuti seminar dan FGD dan semoga bermanfaat. Dan mari kita jaga dan kita siapkan Tanjung Enim menjadi kota tujuan wisata di Indonesia,”pungkasnya.

Sementara itu, Yuhendri Wisra, Ketua Pelaksana Seminar dan FGD yang juga selaku Kepala Bidang Pengembangan Kearifan Lokal Tanjung Enim Kota Wisata bahwa seminar dan FGD ini digelar bertujuan untuk membahas strategi, kebijakan, aturan mengenai Tanjung Enim Kota Wisata, melatih kemandirian masyarakat, mengembangkan potensi lokal untuk mendukung program Tanjung Enim Kota Wisata.

“Tanjung Enim Kota Wisata dicanangkan untuk masyarakat Tanjung Enim. Berbenah dan membangun insfrastruktur mempercantik Tanjung Enim telah dilakukan, tinggal bagaimana kita semua dapat mengisinya dengan kreatifitas. Kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat adalah unsur utama dalam mengembangkan kota wisata yang memiliki karakter dan ciri khusus. Untuk itulah mengapa destinasi wisata yang berasaskan kebudayaan tidak lekang oleh zaman,”jelas Yuhendri Wisra, yang juga sehari-hari menjabat sebagai Vice President Rescue dan Korporat PT Bukit Asam ini. 

“Seminar dan FGD Menuju Kota Wisata adalah langkah awal kami dalam mewujudkan komitmen tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama, terlalu instan rasanya jika kita mengharapkan hasil yang signifikan dalam pertemuan pertama ini. Tapi dengan adanya pertemuan ini, kami berharap terjadi lagi pertemuan-pertemuan selanjutnya untuk mendiskusikan dan mengeksekusi banyak hal dalam mengembangkan Tanjung Enim menjadi kota tujuan wisata,”tambahnya. 

Kegiatan Seminar dan FGD sendiri menghadirkan narasumber Suryo Eko Hadianto selaku Direktur Utama (Dirut) PTBA periode 2020 yang merupakan penggagas utama Tanjung Enim Kota Wisata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Aufa Syahrizal, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi UKM Kota Palembang Paramiswari, yang juga seorang Traveller, Ahmad Raphani selaku Budayawan Sumsel, dan Kusen Alipah selaku Antropolog,serta moderator Sesi I (Seminar) dipandu Kusen Aliyah dan Moderator FGD Sesi II, Wishly Hiltoni. 

Turut hadir juga pada kesempatan itu General Manajer Pertambangan Tanjung Enim (GM PTE) PT Bukit Asam Tbk, sekaligus Ketua Tim Implementasi Tanjung Enim Kota Tujuan Wisata Venpri Sagara, pejabat eselon 1 dan 2 dilingkungan PTBA, Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Hj. Titit Susanti, S.Pd., M.M, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Drs. Rachmat Noviar yang juga merupakan Pembina Tanjung Enim Bersih (TEB), Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraft) Kabupaten Muara Enim,Trifika Kecamatan Lawang Kidul, Perwakilan Desa dan Kelurahan di Kecamatan Lawang Kidul, Forum BumDes dan LPMK Lawang Kidul, Tokoh Pemuda dan Karang Taruna, Seniman dan Tokoh Adat Dusun Tanjung Arifin Saman, Perwakilan Ketua RT dan RW, Kadus, Ketua Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Lawang Kidul Susnita, S.Pd., M.M, pelajar, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Suryo Eko Hadianto saat pemaparannya mengatakan latar belakang adanya gagasan Tanjung Enim Kota Wisata untuk mengubah image bahwa kegiatan tambang merusak alam. Dan hadirnya gagasan besar ini untuk menjawab kebaikan yang telah diberikan Tanjung Enim selama ini, yaitu kekayaan alam berupa batu bara. Disamping itu juga melihat dari ada krisis harga tahun 2013 sampai dengan 2016, banyak perusahaan batubara yang collaps, hanya kurang tinggal 50% yang masih bertahan. Kemudian banyaknya kota tambang yang menjadi sepi di Kalimantan,dan pengalaman tambang di Sawahlunto Sumatera Barat yang sempat menjadi kota mati setelah penambangan batubara dihentikan. 

“Dengan menjadikan Tanjung Enim Kota tujuan Wisata, kami tidak ingin kota tambang ini menjadi sepi setelah habis kegiatan penambangan. Tanjung Enim sudah memberikan kepada kita para karyawannya, melalui sumber daya alamnya yakni mutiara hitam batubara, lalu saatnya kita juga harus peduli dengan masa depan Tanjung Enim dan kemakmuran warga disekitarnya,”ungkapnya. 

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Aufa Syahrizal menekankan akan pentingnya keterlibatan/partisipasi masyarakat untuk untuk mewujudkan Tanjung Enim Kota Wisata. Secara umum, harus ada keterlibatan semua pihak mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media.

“Dengan akan terwujudnya Tanjung Enim sebagai kota tujuan wisata, apapun yang Sudah dibangun oleh pemerintah, kalau masyarakat pun tidak terlibat, masyarakat tidak akan merasa memiliki, maka mimpi itu tidak akan menjadi kenyataan. Tadi pak Suryo Eko judul pemaparannya adalah menjawab kebaikan. PTBA merasa sudah mendapat kebaikan, sudah mengggali sumber daya alamnya. Sekarang pak Suryo Eko akan menjawab kebaikan itu dengan memberikan sesuatu kepada masyarakat. (HAI)

News Feed

Polres Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster.

Rab, 22 Mei 2024 10:43:07am

  Polres Bandara Soekarno-Hatta Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster. Platmerah.Net,Jakarta - Kepolisian resor Bandara...

MoU KOPITU Dengan Direktur PSP Kementan, Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan

Rab, 22 Mei 2024 10:16:31am

MoU KOPITU Dengan Direktur PSP Kementan, Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Platmerah.Net, Jakarta -Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah...

Presiden Iran Ebrahim Raisi Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Sen, 20 Mei 2024 04:15:10pm

  Presiden Iran Ebrahim Raisi Tewas dalam Kecelakaan Helikopter  Platmerah.net,Jakarta - Presiden Iran Ebrahim Raisi yang selalu mengenakan...

KAKI desak POLRI tangkap mantan walikota Palembang

Jum, 17 Mei 2024 01:51:54pm

KAKI desak POLRI tangkap mantan walikota Palembang Platmerah.Net, Jakarta.Kasus Dugaan Mark Up dalam pengadaan lahan untuk pembangunan Kolam Retensi...

Ketegangan Geopolitik dan Resesi Global jadi Tantangan 100 Hari Kerja Prabowo- Gibran Bidang UMKM

Kam, 16 Mei 2024 03:30:38pm

Ketegangan Geopolitik dan Resesi Global jadi Tantangan 100 Hari Kerja Prabowo- Gibran Bidang UMKM Platmerah.net, Jakarta - Dunia saat ini diwarnai...

Baca Juga

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

  • Visitor Today : 26
  • Visit Today : 35
  • Visitors Total : 77564
  • Visit Total : 143931