Platmerah - Bongkar Fakta Tajam Dan Terarah

Menko Polhukam Menghadiri Acara HUT BNPT ke 12

Sel, 19 Jul 2022 07:10:56pm Dilihat 187 kali author lili purwakarta
images

JAKARTA — Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, Menteri bukan hanya terkait agama tertentu. Tetapi ada lima hal yang menimbulkan radikalisme yang juga bisa mengarah ke aksi terorisme.

Mahfud mencontohkan, salah satunya adalah tindak kekerasan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri acara virtual Kuliah Presiden yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam rangka HUT ke-12 BNPT, Selasa (19/7). Dilansir dari republika.co.id.

“Yang dikatakan definisi itu sebenarnya bukan hanya terkait dengan agama tertentu. Misalnya, kalau kita bicara orang OPM di Papua gitu ya. Itu kan Papua itu motifnya kan sudah politik dan ideologi. Politik ingin memecahkan diri, ideologinya enggak mau kebersatuan, tidak Pancasila. Lalu melakukan kekerasan di tempat-tempat umum, memblokir bandara, membakar bandara, nembaki kapal sipil,” kata Mahfud.

Mahfud menyebut pihak-pihak yang tertangkap karena melakukan kesalahan kebetulan merupakan orang beragama tertentu. Hal ini, kata dia, tidak bisa dihindari. Sebab, tidak unsur-unsur seperti ancaman kekerasan, membuat suasana takut secara masif untuk menimbulkan suasana teror, korban yang banyak (massal), memiliki motif politik dan ideologi sudah terpenuhi.

“Nah, itu teror sebenarnya, bukan soal akidah semata-mata,” ujarnya.

Mahfud menyampaikan, agama sering bertemu dengannya. Bahkan, ia menuturkan, banyak orang yang mempertanyakan, mengapa jika berbicara mengenai konflik selalu dengan agama Islam.

“Ribuan orang itu mengatakan mengapa di Indonesia kalau bicara soal definisi selalu mengapa Islam? Berarti gerakan antiterorisme itu, gerakan anti-Islam. Sebenarnya yang justru akan kita bangun itu justru untuk menunjukan bahwa Islam itu bukan agama teror. Karena apa? Karena Islam itu memang memang agama yang menerima kosmopolitanisme, kesewargaan,” jelas dia.

“Saya sering memberi contoh, ini bagi-saudara yang beragama Islam supaya mengerti, kita bukan menuduh Islam. Justru kita membentuk BNPT itu antara lain untuk menyatakan Islam itu bukan agama teror, yang kebetulan kebetulan itu melanggar dari ajaran Islam, “tambahnya menjelaskan.

Mahfud menuturkan, Negara Indonesia adalah negara hasil perjanjian dan tempat membangun bersama-sama tanpa konflik. Hal inilah yang ia sebut kosmopolitanisme. “Sehingga kita beragama di Indonesia itu harus dalam kerangka bernegara. Jangan biarkan ada satu gerakan bahwa kita mayoritas dan kita harus menguasai, mendominasi sendiri di sini,” tutur dia.

Bhineka Tunggal Ika, sambungnya, menjadi dasar yang dibangun oleh para pendiri Bangsa Indonesia. Sehingga, menurut dia, tidak benar jika ada pihak yang menuduh Indonesia sebagai negara Islamfobia.

“Kalau ada tuduhan, wah , Indonesia itu ada Islamofobia, omong kosong, Islamofobia itu ndak ada. Apa itu Islamofobia? Islamofobia itu secara ilmiah artinya pemerintahan yamg benci Islam, sehingga semua orang Islam disingkirkan, kaum-kaum Islam disingkirkan dari kehidupan negara . Atau takut kepada Islam sehingga dianggap sebagai lawan,” tutur dia.

Semua kebijakan-kebijakan pemerintah, sudah dibangun secara Islami, kampus-kampusnya dulu pesantren sudah dibangun sedemikan rupa budaya, pejabat-pejabatnya juga disumpah menurut agamanya, dan lebih disarankan semua pemeluk agama ikutilah ajaran agama masing-masing,” imbuhnya.

Ia yakin, jika seseorang melaksanakan ajaran agamanya dengan baik, dari agama apapun itu, maka perilakunya pun akan baik. Bahkan, kehidupan berbangsa dan bernegaranya juga bakal baik. “Orang yang melakukan kesalahan itu karena dia tidak menghayati kehidupan beragama sebagai tugas kemanusiaan. Oleh karena itu, marilah kita bersinergi membangun bangsa ini dengan sebaik-baiknya,” ungkap Mahfud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed

Karang Taruna TP-PKK, dan Masyarakat Kelurahan Cipayung,Depok  Peduli Cianjur

Sab, 3 Des 2022 07:49:16am

Karang Taruna TP-PKK, dan Masyarkat Kelurahan Cipayung,Depok  Peduli Cianjur Platmerah.net,Depok-Pemuda hari ini adalah pemimpin masa yang akan...

Lanud Husein Sastranegara Kembali

Jum, 2 Des 2022 08:41:51pm

  Platmerah.net, Cianjur,- Lanud Husein Sastranegara kembali mengirimkan bantuan logistik korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa...

Prajurit TNI AU Gelar Doa Bersama Dengan Warga Korban Gempa Cianjur.

Jum, 2 Des 2022 08:39:35pm

  Platmerah.net, Cianjur,- Personel Lanud Husein Sastranegara, Wing 1 Kopasgat dan personel RSAU dr. M Salamun, yang tergabung dalam Tim Satuan...

Sektor 2 Citarum Harum Laksanakan Penghijauan Lahan Kritis, Pembersihan

Jum, 2 Des 2022 08:36:54pm

Platmerah.net, Pacet, Kab Bandung,- Sungai terpanjang di tatar Pasundan adalah Sungai Citarum, merupakan sungai yang terbentang 297 kilo meter yang...

La Songo : Kehadiran Kementrian PUPR Bukti Perjuangan Ketua Komisi V, Ir Ridwan Bae

Jum, 2 Des 2022 01:38:42pm

Kendari || PLATMERAH.NET || Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPD PPWI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) La Songo...

Baca Juga

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

  • Visitor Today : 68
  • Visit Today : 105
  • Visitors Total : 32161
  • Visit Total : 56030
Chat Whatsapp