Ketua DPD RI Minta Para Menteri Lebih Informatif, Jangan Timbulkan PHP ke Rakyat

Jum, 21 Jul 2023 02:30:36pm Dilihat 367 kali author lili purwakarta
[Sassy_Social_Share]

JAKARTA-Banyaknya kenyataan yang berbeda dengan informasi yang disampaikan sejumlah menteri kabinet, membuat Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti perlu mengingatkan. Karena rakyat dan bangsa ini seperti terkena PHP alias harapan palsu.

Salah satu contoh adalah program JETP (Just Energy Transition Partnership) yang dibanggakan sebagai hasil gemilang pertemuan G20 di Bali. Ternyata faktanya makin redup dan berbeda kenyataan dengan informasi yang disampaikan saat itu.

“Saat itu dikatakan Indonesia berhasil memperoleh pembiayaan 20 miliar US Dolar. Untuk percepatan program transisi energi hijau. Disampaikan ketika itu, 10 miliar USD bantuan hibah, dan 10 miliar USD sisanya pinjaman lunak. Kita sudah senang saat mendengar itu,” ujar LaNyalla, Jumat (21/7/2023).

Tetapi faktanya, lanjut LaNyalla, 20 miliar USD itu ternyata semua pinjaman. Yang 10 USD pinjaman keras dengan bunga komersial dari sindikasi perbankan dunia. Sedangkan 10 USD sisanya pinjaman lunak dari negara G7 plus. Itu pun tetap dengan bunga. Meskipun lebih rendah dari bunga komersial dan dengan tenor yang lebih panjang.

“Yang murni bantuan hibah hanya 160 juta USD, atau hanya 0,8 persen dari total pinjaman 20 miliar USD. Itu pun peruntukannya untuk studi kelayakan investasi. Sehingga bank-bank dan negara pemberi pinjaman yakin, bahwa pinjamannya akan terbayar,” urai LaNyalla.

Karena itu, LaNyalla meminta para menteri lebih memperhatikan akurasi materi yang disampaikan ke publik. Jangan memberi harapan palsu ke rakyat dan bangsa ini. Selain karena rakyat di bawah masih sangat susah hidupnya.

Ia juga meminta pemerintah serius memikirkan hambatan logistik yang memberi sumbangan lemahnya ranking Logistic Performance Index Indonesia. Termasuk buruknya angka ICOR (Incremental Capital Output Ratio). Sehingga Indonesia menjadi negara yang tidak kompetitif dari segi cost investment.

“Jangan terus menerus menebar madu di hidung, atau ibarat memberi angin surga. Tetapi kenyataan di lapangan berbeda. Ini penting menjadi perhatian bagi para menteri, agar Presiden Jokowi juga mendapat informasi yang valid,” pungkas LaNyalla.

 

 

News Feed

Muara Enim Matangkan Pemberangkatan 395 orang JCH Tahun 2024

Rab, 24 Apr 2024 05:43:53pm

Platmerah.Net I MUARA ENIM (SUMSEL) - Guna mematangkan keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Muara Enim yang diagendakan keberangkatannya...

257 Peserta Didik Kelas XII dan XIII GP SMK Bukit Asam Tahun Ajaran 2023/2024 di Serahkan

Rab, 24 Apr 2024 04:48:43pm

Platmerah.Net I TANJUNG ENIM (SUMSEL) -  Sebanyak 257 peserta didik Kelas XII dan XIII Geologi Pertambangan (GP) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)...

OSO Intruksikan Untuk Buka Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah

Rab, 24 Apr 2024 04:26:20am

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang Dan jajaran Pengurus Pusat Hanura   Platmerah.net,Jakarta-Ketua Umum Partai...

Halal bi Halal DPC PKB Sékaligus Konsolidasi Penjaringan Bakal Calon Wali-Wakil Walikota Depok

Sel, 23 Apr 2024 09:38:28am

Halal bi Halal DPC PKB Sékaligus Konsolidasi Penjaringan Bakal Calon Wali-Wakil Walikota Depok Platmetah.net,Depok- Partai Kebangkitan Bangsa...

Ketua MK Suhartoyo Menolak Permohonan  Ganjar-Mahfud, Menolak Eksepsi Termohon dan Pihak Terkait

Sen, 22 Apr 2024 07:05:12pm

Ketua MK Suhartoyo Menolak Permohonan  Ganjar-Mahfud, Menolak Eksepsi Termohon dan Pihak Terkait Platmerah.net,Jakarta-Mahka mah Konstitusi (MK) ...

Baca Juga

Berita Terbaru

International

Fokus

Visitor

  • Visitor Today : 115
  • Visit Today : 175
  • Visitors Total : 76572
  • Visit Total : 142429